Sabtu, 03 Oktober 2009

DAFTAR PUSTAKA

Kata Pengantar……………………………………………………i
Daftar Pustaka……………………………………………………ii
BAB I
Latar Belakang……………………………………………………..3
Tujuan Penulisan……………….…………………………………3
Metode Penulisan………………………………………………….3
Ruang Lingkup Penulisan…………………………………3
BAB II
Sifilis………………………………………………………………4
Gonore (kencing nanah)……………………………………4
Herpes Genital…………………………………………………...5
Keputihan (Flour Albus)…………………………………6
AIDS………………………………………………………………….......6

BAB III

Kritik & Saran……………………………………………………….7
BAB III

PENUTUP

Kritik & Saran
Seperti layaknya oragan tubuh yang lain, organ reproduksi seksual juga harus diberi perawatan dengan baik.
Berikut beberapa saran yang bisa Anda lakukan terkait dengan perawatan sistem reproduksi :
• Upayakan untuk senantiasa menjaga kebersihan Anda. Usahakan agar senantiasa kering dan tidak lembab, karena keadaan basah memudahkan berjangkitnya infeksi dari luar.
• Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh vagina
• Mandi dengan teratur dengan membasuh vagina dengan air hangat dan sabun yang lembut.
• Praktekkan cara menyeka yang benar (dengan handuk atau tisu maupun air sewaktu membersihkan), yaitu dari arah depan ke belakang, agar bibit penyakit yang kemungkinan besar bersarang di dubur tidak terbawa ke wilayah kemaluan atau sistem reproduksi Anda, yang akan menimbulkan infeksi, peradangan dan rangsangan rasa gatal.
• Hindari penggunaan handuk atau washlap milik orang lain untuk mengeringkan vagina kita.
• Selalu gunakan celana dalam yang bersih dan terbuat dari bahan katun (100%). Bahan lain misalnya nylon, polyester, dan bahan sintesis lain yang kecil daya serapnya, hanya akan membuat gerah, panas dan membuat vagina menjadi lembab. Kondisi ini sangat disukai bakteri dan jamur untuk berkembang biak pada sistem reproduksi Anda.
• Jangan menggunakan alat pembersih kimiawi tertentu karena akan merusak keasaman vagina yang berfungsi menumbuhkan bakteri atau kuman yang masuk. Demikian juga tidak diperbolehkan menggunakan deodorant atau spray, cairan pembasuh (douches), sabun yang keras, serta tissue yang berwarna dan berparfum. Rangsangan dari bahan ini dapat menimbulkan peradangan dari liang senggama dan bibir kemaluan dengan keluhan gatal dan keputihan.
• Untuk remaja laki-laki, sunat pada bagian ujung penis diperlukan untuk menjaga kebersihan penisnya. Beberapa peneliti membuktikan rendahnya kejadian kanker rahim pada istri yang suaminya disunat.
• Perawatan sistem reproduksi dengan mencukur sebagian dari rambut kemaluan secara teratur, berfungsi untuk menghindari kelembaban yang berlebihan di daerah vagina, yang bisa menyebabkan tumbuhnya sejenis jamur atau kutu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan gatal bagi kita.
• Jangan menggunakan alat-alat bantuan untuk masturbasi, karena hal ini bisa menyebabkan robeknya selaput dara dan infeksi pada vagina atau penis.
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam perawatan sistem reproduksi bagi perempuan adalah :
• Pada saat haid, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi, karena itu kebersihan vagina harus dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi.
• Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul, hal ini disebabkan adanya peregangan pada otot rahim.
• Untuk menjaga kebersihan, dalam melakukan perawatan sistem reproduksi, pergunakan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 2-3 kali atau setelah mandi dan buang air kecil.
• Jika pemakaian pembalut yang dibuang, sebaiknya dibungkus sebelum dibuang ke tempat sampah. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum dicuci, rendam terlebih dahulu memakai sabun pada tempat tertutup.
Nah, dengan mengetahui perawatan sistem reproduksi yang benar, diharapkan dapat menghindarkan dari berbagai penyakit yang tidak diinginkan. Bukankah mencegah jauh lebih baik daripada mengobati?

Jumat, 02 Oktober 2009

BAB II
ISI

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
1. Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.Sifilis bisa dapat mempertinggi risiko terinfeksi HIV, karena virus HIV lebih mudah masuk ke dalam tubuh seseorang bila terdapat luka. Sifilis yang diderita akan sangat membahayakan kesehatan bila penyakit itu tidak diobati, karena dapat menyebabkan rusaknya organ vital.
* Pencegahan Sifilis
Pencegahan Sifilis yang paling efektif tentunya adalah tidak berhubungan langsung dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular. Setia pada pasangan dan tidak gonta ganti pasangan atau ‘jajan’ di luar adalah lebih baik bagi kehidupan seksual yang sehat.
2. Gonore (kencing nanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Bakteri ini selain menimbulkan radang pada organ reproduksi (vagina, saluran Fallopii, epididimis, kelenjar prostat), juga dapat menimbulkan radang pada saluran kemih, mata, persendian, dan selaput otak. Kalau tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan. Penyakit ini dapat menular dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayi yang dilahirkannya. Beberapa bayi menjadi buta karenanya.

Adapun tanda dan gejala-gejala penyakit ini sebagai berikut.
• Terdapat nanah di ujung saluran kencing.
• Rasa terbakar pada saat buang air kecil
• Pada laki-laki, uretra menjadi sempit sehingga sulit buang air kecil. Pada beberapa kasus, testes menjadi rusak sehingga orang yang bersangkutan menjadi mandul.
• Pada wanita, terdapat nanah dari vagina yang mungkin dapat menyebar ke rahim dan indung telur. Akibatnva, wanita yang bersangkutan menjadi mandul.
* Cara Mengatasi Gonore (kencing nanah)
Ini dia yang ditunggu-tunggu.
Biasanya para penderita sudah minum obat duluan, obatnya macem-macem, dari mulut ke mulut antar penikmat PSK.
Jarang sih yang langsung ke dokter, ini di tempat penulis lho, entah di tempat lain.

Mereka (penderita gonore) pergi ke dokter jika dengan obat yang diminum tidak kunjung sembuh.

Adakalanya seperti yang penulis ceritakan diatas, berobat saat ketahuan istri.

Dulu di Indonesia, umumnya sudah bisa disembuhkan dengan:

Penisilin prokain dikombinasi probenecid injeksi, atau ampisilin injeksi dikombinasi probenecid atau tiamfenikol 3,5 gram diminum (per-oral) dosis tunggal (artinya sekali minum saja)

Jika ada komplikasi, selain obat di atas masih ditambah dengan obat minum selama 7 hari.

Sedangkan untuk kuman kebal (resisten) terhadap penisilin, diberi obat lain, contohnya: injeksi Kanamisin.

Dalam perkembangannya, pengobatan saat ini menggunakan golongan quinolon atau turunannya misalkan ciprofloxacin, contohnya : enggak usah ah, nanti dikira promosi obat. Pengobatan lain dengan menggunakan golongan Doksisiklin.
Ada pula golongan sefalosporin misalnya ceftriaxone.

Maaf ya, semua obat ditulis dengan nama generik bukan nama paten (nama dagang).
Oh ya sekalian aja, yang disebut nama paten bukan berarti obatnya hebat, bukan. Maksud nama paten adalah nama dagang.
3. Herpes Genital
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks serotipe 2 dan ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini selain menyerang organ-organ reproduksi laki-laki dan perempuan, juga menyerang kulit. Sekarang sudah diketahui bahwa ada hubungan antara infeksi virus herpes dan kanker leher rahim.

* Cara mengatasi Herpes Genital

Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).

Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.
4. Keputihan (Fluor Albus)
Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain jamur Candida albicans, Protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes melitus (kencing manis).
* Pencegahan lebih baik dari pengobatan.Beberapa kiat yang bisa kita lakukan antara lain :
1. dalam penggunaan pakaian dalam harus diperhatikan, yaitu yang bersih, tidak ketat, dan mudah menyerap keringat.
2. Seringlah berganti pembalut saat haid
3. Hindari menggunakan pembersih vagina. Jika tak sedang menderita keputihan, bersihkan vagina dan sekitarnya cukup dengan air bersih saja, tidak usah yang mengandung sabun/ antiseptik .(Dikhawatirkan merusak kuman yang baik).
4. Berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa kuman apa yang menginfeksinya dan meresepkan antibiotika atau anti jamur yang sesuai. Jangan malu jika tak mau terjadi bencana.
5. Yang utama dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.

5. AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
* Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS

- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine
* Pencegahan HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah masalah kesehatan dan masalah sosial. Karena penyebaran HIV/AIDS sangat kuat dipengaruhi oleh tingkah laku manusia, dan segala usaha untuk pencegahannya haruslah mempertimbangkan faktor ini.
Usaha pencegahan di antara populasi umum terdiri dari perbaikan ketrampilan dan pengetahuan, dalam cara yang dapat diterima oleh nilai-nilai agama dan norma-norma budaya, tentang bagaimana virus ini berpindah, konsekuensi dan pencegahannya, penggunaan metode IEC yang telah ada.
Penyebarluasan pengetahuan melalui jalur pendidikan formal dan informal begitu juga melalui jalur agama dicapai dengan cara sistematis memasukan material tentang HIV/AIDS ke dalam kurikulum reguler mereka.
Penerapan yang sesuai dalam program IEC juga membutuhkan kapasitas yang membangun pada pekerja kesehatan di garis depan, pekerja sosial, pekerja lapangan, guru, pelatih trampil dan lain-lain.
Usaha pencegahan ditujukan pada populasi yang beresiko tinggi seperti para pekerja seks dan klien mereka, PLHA dan partnernya, IDUs, dan mereka yang secara umum pekerjaannya beresiko terinfeksi HIV/AIDS seharusnya didasari ukuran pencegahan efektif seperti penggunaan kondom, pengurangan resiko, ketaatan beribadat sebagai tindakan pencegahan universal dan sebagainya.
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Harus ditegakkan kebijaksanaan dalam hal kegiatan komersial dari jaringan-jaringan reproduksi dan penggantian rugi dalam hal donor jaringan reproduksi manusia.
Begitu pula tentang pengkloningan dan surrogate mother diperlukan badan-badan hukum yang mengesahkan dan mengatur tata cara pelaksanaannya.
B. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan adalah :
1. Agar siswa tahu tentang apa arti dari in vitro, kloning dan surrogate mother.
2. Agar siswa dapat menjelaskan dan menerangkan tentang tata cara dan etika dalam masalah in vitro, kloning, dan surrogate mother.
3. Memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan perkelompok.
C. Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini kelompok menggunakan metode argumentasi dengan study literatur perpustakaan yang memberikan gambaran keadaan tertentu berdasarkan buku sumber.

D. Ruang Lingkup Penulisan

Ruang Iingkup penulisan makalah ini yaitu tentang Etika Teknologi Mutakhir Reproduksi Manusia meliputi tentang :
- Etika Fentilisasi in vitro
- Etika Pengkloningan
- Etika Surrogate mother
KATA PENGANTAR



Puja-puji syukur kehadirat ALLAH SWT dan Nabi besar kita Muhammad SAW serta guru Pembina yang telah membimbing kami hingga bisa terselesaikannya makala ini.Makala ini di susun berdasarkan BAB yang ada dan sesuai kurikulum yang berlaku.

KELAINAN dan PENYAKIT pada SISTIM REPRODUKSI













Pembimbing :
Dra.Herlina sulistya

Di susun oleh :
(1) ABDI AHMAD PRAYOGI
(2) M.FAISAL AMIR
(3) M.AGUNG GUNAWAN
(4) KRISNA



Madrasah Tsanawiyah Negeri
BANGIL

Sabtu, 01 Agustus 2009